INOVASI AGROWISATA DESA JUMPUTREJO: BUMDES "GADING MAKMUR JUMPUTREJO" RESMI LUNCURKAN WISATA PETIK MELON HIDROPONIK
PEMDES JUMPUTREJO – Desa Jumputrejo kembali membuktikan diri sebagai desa yang inovatif dalam pengelolaan potensi lokal. Pada Minggu, 22 Februari 2026, BUMDes "Gading Makmur Jumputrejo" secara resmi membuka destinasi Wisata Petik Melon Hidroponik, sebuah konsep pertanian modern yang memadukan teknologi greenhouse dengan pengalaman wisata edukatif.
Acara peresmian berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran pejabat penting. Camat Sukodono secara simbolis membuka wahana wisata ini melalui prosesi pemotongan pita, menandai dimulainya operasional kebun melon modern tersebut bagi masyarakat umum.
Turut hadir dalam momentum bersejarah ini:
- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sidoarjo beserta staf.
- Camat Sukodono beserta staf kecamatan.
- Kepala Desa Jumputrejo bersama seluruh jajaran perangkat desa.
- Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Jumputrejo.
Kehadiran Kepala Dinas PMD memberikan sinyal kuat dukungan pemerintah kabupaten terhadap kemandirian desa melalui optimalisasi BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.
Daya tarik utama dari Wisata Petik Melon BUMDes Gading Makmur terletak pada keragaman jenis melon yang ditanam. Tidak hanya mengandalkan satu jenis, kebun hidroponik ini menawarkan empat varietas unggulan dengan karakteristik unik:
|
Varietas |
Karakteristik Utama |
|
Golden |
Kulit kuning cerah yang mewah dengan daging buah yang renyah dan manis. |
|
Lavender |
Dikenal dengan aroma yang harum dan tingkat kemanisan yang konsisten. |
|
The Blues / Swethami |
Varietas premium dengan tekstur daging buah yang lembut dan rasa yang segar. |
|
Dalmatian |
Unik dengan motif kulit berbintik layaknya karakter Dalmatian, menawarkan sensasi visual dan rasa yang berbeda. |
Sistem hidroponik yang diterapkan di Green House BUMDes Gading Makmur menjamin kualitas buah yang lebih bersih, sehat, dan bebas dari pestisida tanah. Pengunjung tidak hanya datang untuk membeli, tetapi juga bisa merasakan sensasi memanen sendiri buah yang masih segar dari pohonnya.
"Kami ingin memberikan pengalaman berbeda bagi warga. Di sini, masyarakat bisa melihat langsung bagaimana teknologi hidroponik bekerja, sekaligus menikmati hasil bumi berkualitas tinggi langsung dari desanya sendiri," ungkap Kepala Desa Jumputrejo di sela-sela acara.
Dengan dibukanya Wisata Petik Melon ini, Desa Jumputrejo diharapkan menjadi referensi utama agrowisata di Kecamatan Sukodono, sekaligus menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.